Sejarah Tanah Lot
Hallo sahabat blogger
Rainbow mau bagi artikel terkait dengan sejarah tanah lot
Pastinya sahabat blogger yang sudah ke Bali sudah tahu apa itu tanah lot.
Tanah lot adalah sebuah pura yang berada di pulau Bali tepatnya berada di desa Beraban. Kediri, Tabanan Bali, lokasinya gak jauh-jauh amat kok dari Denpasar atau Kuta ya paling hanya sekitar 20-30 menit kalo jalanan gak macet ya sobb.
Arti kata tanah lot sendiri adalah tanah yang berada di atas laut. Itu memang tepat banget karena memang tanah lot sendiri pura yang berada di tengah-tengah laut sob.
Pura tanah lot sendiri biasanya sangat diminati oleh para wisatwan untuk menikmati sunset.
Nah konon menurut sejarah, ada seorang bangsawan yang bernama Hyang Dwi Jendra adalah seorang guru spiritual bagi banyak masyarakat yang berada di sekitar daerah itu. Beliau datang ke pulau Bali di sekitar abad ke 15. Beliau sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat sekitartak terkecuali raja yang berkuasa saat itu yang bernama Raja Dalem Waturenggong sangat menaruh perhatian kepada beliau. Selain mengajarkan agama beliau juga mendirikan tempat ibadah sedangkan sejarah adanya pura dia atas batu karang berawal saat beliau
mengajarkan ajaran Dharma saat itu beliau melihat sinar suci dari arah
tenggara dan beliau menemukan mata air dan tak jauh dari mata air itu
beliau menemukan karang yang berbentuk burung beo besar yang disebut
Gili Beo, gili dalam bahasa bali berarti batu karang dan beo berarti
burung jadi bisa diartikan batu karang yang berbentuk burung beo.
Setelah kejadian itu beliau berniat untuk membangun tempat meditasi dan tempat pemujaan dewa laut. beliau juga banyak mengajarkan agama kepada penduduk yang waktu itu sebagian besar penduduknya adalah monotheisme. Lalu lambat laun hal itu dapat mengubah ajaran yang mereka anut selama ini dan dapat mengusir Dang Hyang Nirartha yang selama ini adalah pemimpin penduduk itu.
Dang Hyang Nirartha ternyata tidak tinggal diam, beliau memindahkan batu karang di tengah-tengah laut agar sulit dijangkau para penduduk desa yang akan mengusirnya dan selendangnya diubah menjadi ular-ular yang dapat dijadikan sebagai pelindung tempat tersebut.
Sebelum pergi dang hyang nirartha
memberikan keris yang diberi nama ki baru gajah yang terkenal ke
ampuhanya dan kesaktianya. saat ini keris itu disimpan di puri Kediri
dan untuk menghormati dan mengenangnya setiap 210 sekali di tempat ini
diadakan acara Upacara Piodalan dan pada hari besar kuningan para
penduduk akan berjalan 11 km pulang pergi menuju pura luhur pekendungan
300 km dari pura tanah lot.
Tanah lot sekarang ini menjadi salah
satu tempat favorit para wisatawan baik itu mancanegara dan domestic.
laut disekitar tanah lot memang besar ombaknya sehingga para pengunjung
memang harus berhati-hati dan satu lagi jika berkunjung ke tempat ini
harus berpakaian sopan dan tidak berkata kotor apalagi melakukan
perbuatan yang tidak senonoh karena tempat ini merupakan tempat yang
dianggap suci dan keramat.
Nah kira-kira kurang lebihnya seperti itulah sejarah terbentuknya Tanah Lot sahabat blogger
Apa kalian yang belum pernah ke Bali penasaran dengan Pura Tanah Lot ???
Maka dari itu berkunjunglah ke Pulau Dewata dimana tempat tanah lot berada.
Untuk sejarah tempat wisata lainnya di Indonesia tunggu artikel berikutnya ya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar